JURNAL KEADILAN DALAM BISNIS
TUGAS KE 2
EFLIN FEBRIANI
12211328
4EA17
ABSTRAK
Eflin Febriani. 4EA17. 12211328
Penulisan, Jurnal, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi,
Universitas Gunadarma, 2014
(14 Hal)
Masyarakat
tidak mungkin dikatakan diatur dengan baik kalau tidak ditandai dengan
keadilan. Namun alangkah lebih baik keadilan harus berperan pada tahap sosial
maupun individual. Juga dalam konteks ekonomi dan bisnis. Keadilan ekonomis
harus diwujudkan dalam masyarakat, tetapi keadilan merupakan juga keutamaan
yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis secara pribadi. Supaya dapat hidup
dengan baik, disamping nilai-nilai ekonomis, pebisnis pun harus memberi tempat
juga kepada nilai-nilai moral yaitu yang terpenting adalah keadilan. Dalam bidang bisnis dan ekonomi, mensyaratkan suatu
pemerintahan yang juga adil pemerintah yang tunduk dan taat pada aturan
keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. Yang dibutuhkan adalah
apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan
distribusi ekonomi bisa berjalan baik untuk mencapai suatu situasi sosial dan
ekonomi yang bisa dianggap cukup adil. Pemerintah mempunyai peran penting dalam
hal menciptakan sistem sosial politik yang kondusif, dan juga tekadnya untuk
menegakkan keadilan. Termasuk di dalamnya keterbukaan dan kesediaan untuk
dikritik, diprotes, dan digugat bila melakukan pelanggaran keadilan. Tanpa itu
ketidakadilan akan merajalela dalam masyarakat. Jika
bicara keadilan pasti akan selalu ada pihak-pihak yang merasa tidak adil, untuk
itu selain sistem politik, pemerintah juga harus mempunyai “Hati” agar yang
masyarakat kecil dapat merasakan apa arti sebenarnya dari adil. Karena selama
ini yang paling sering dan banyak yang merasakan ketidak adilan adalah rakyat
miskin.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
belakang
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda atau orang. Menurut sebagian besar teori,
keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah
satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan
adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana
halnya kebenaran pada sistem pemikiran".
Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai:
"Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa
ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis
di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan
variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut
dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu
sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada
tempatnya
Pembangunan nasional di Indonesia bertujuan
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Masalah keadilan berkaitan secara
timbal balik dengan kegiatan bisnis, khususnya bisnis yang baik dan etis.
Terwujudnya keadilan masyarakat, akan melahirkan kondisi yang baik dan kondusif
bagi kelangsungan bisnis. Praktik bisnis yang baik, etis, dan adil akan
mewujudkan keadilan dlm masyarakat. Sebaliknya ketidakadilan yang merajalela
akan menimbulkan gejolak sosial yang meresahkan para pelaku bisnis.
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Di dalam dunia bisnis seseorang tidak boleh mengorbankan hak-hak
dan kepentingan-kepentingan orang lain. Definisi keadilan memberikan kepada
setiap orang apa yang menjadi haknya, memberi ciri khas kepada kedilan sebagai
norma moral. Pertama, keadilan selalu tertuju kepada orang lain. Kedua,
keadilan harus ditegakkan. Ketiga, keadilan selamanya menuntut kesetaraan.
Keadilan akan menciptakan stabilitas sosial
yang akan menunjang kegiatan bisnis, melainkan juga dalam pengertian bahwa
sejauh prinsip keadilan dijalankan akan lahir wajah bisnis yang lebih baik dan
etis. Tidak mengherankan bahwa hingga sekarang keadilan selalu menjadi salah
satu topic penting dalam etika bisnis.
1.2. Rumusan
masalah dan batasan masalah
1.2.1. Rumusan
masalah
Berdasarkan latar belakang
diatas, rumusan masalah dalam penulisan ini adalah :
1.
Apakah
ada keterkaitan pelaku bisnis dengan keadilan / ketidakadilan dalam berbisnis ?
2.
Bagaimana
bentuk keadilan / ketidakadilan pelaku bisnis ?
1.2.2. Batasan
masalah
Penulis membatasi ruang lingkup masalah pada pelaku
bisnis baik perseorangan maupun institusi terhadap bentuk keadilan ataupun
ketidakadilan dalam bisnis, sekaligus membahas sub pokok pembahasan meliputi
paham maupun teori berkaitan dengan keadian dalam bisnis.
1.3. Tujuan
penulisan
Tujuan penulisan ini, antara lain :
1.
Untuk
mengetahui keterkaitan pelaku bisnis dengan keadilan/ketidakadilan dalam
berbisnis
2.
Untuk
mengetahui bentuk keadilan / ketidakadilan pelaku bisnis
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1. Paham
Tradisional mengenai Keadilan
a.
Keadilan
Legal
Menyangkut hubungan antara individu atau
kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok
masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.
b.
Keadilan
Komutatif
Mengatur hubungan yang adil atau fair antara
orang yang satu dengan yang lain atau warga negara satu dengan warga negara
lainnya. Menuntut agar dalam interaksi sosial antara warga satu dengan yang
lainnya tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Jika
diterapkan dalam bisnis, berarti relasi bisnis dagang harus terjalin dlm
hubungan yang setara dan seimbang antara pihak yang satu dengan lainnya.
c.
Keadilan
Distributif
Keadilan distributif (keadilan ekonomi)
adalah distribusi ekonomi yang merata atau yang dianggap merata bagi semua
warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil
pembangunan. Keadilan distributif juga berkaitan dengan prinsip perlakuan yang
sama sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam perusahaan yang juga adil dan
baik.
2.2. Keadilan
Individual dan Struktural
Keadilan dan upaya menegakkan keadilan
menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yang mendukung terwujudnya
keadilan tersebut. Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yang sama terhadap
setiap orang bukan lagi soal orang per orang, melainkan menyangkut sistem dan
struktur sosial politik secara keseluruhan. Untuk bisa menegakkan keadilan
legal, dibutuhkan sistem sosial politik yang memang mewadahi dan memberi tempat
bagi tegaknya keadilan legal tersebut, termasuk dalam bidang bisnis. Dalam
bisnis, pimpinan perusahaan manapun yang melakukan diskriminasi tanpa dasar
yang bisa dipertanggungjawabkan secara legal dan moral harus ditindak demi
menegakkan sebuah sistem organisasi perusahaan yang memang menganggap serius
prinsip perlakuan yang sama, fair atau adil ini.
2.3. Teori
Keadilan Adam Smith
a.
Prinsip
No Harm
Yaitu prinsip tidak merugikan orang lain,
khususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain. Prinsip ini menuntuk
agar dlm interaksi sosial apapun setiap orang harus menahan dirinya untuk tidak
sampai merugikan hak dan kepentingan orang lain, sebagaimana ia sendiri tidak
mau agar hak dan kepentingannya dirugikan oleh siapapun.
b.
Prinsip
Non-Intervention
Yaitu prinsip tidak ikut campur tangan.
Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan
setiap orang, tidak seorangpun diperkenankan untuk ikut campur tangan dlm kehidupan
dan kegiatan orang lain. Campur tangan dalam bentuk apapun akan merupakan
pelanggaran terhadap hak orang tertentu yang merupakan suatu harm (kerugian) dan itu berarti telah
terjadi ketidakadilan.
c.
Prinsip
Keadilan Tukar
Atau prinsip pertukaran dagang yang fair, terutama
terwujud dan terungkap dlm mekanisme harga pasar. Merupakan penerapan lebih
lanjut dari no harm secara khusus dalam pertukaran dagang antara satu pihak
dengan pihal lain dalam pasar..
2.4. Teori
Keadilan Distributif John Rawls
Pasar memberi kebebasan dan peluang yg sama
bagi semua pelaku ekonomi. Kebebasan adalah nilai dan salah satu hak asasi
paling penting yg dimiliki oleh manusia, dan ini dijamin oleh sistem ekonomi
pasar. Pasar memberi peluang bagi penentuan diri manusia sbg makhluk yg bebas.
Ekonomi pasar menjamin kebebasan yg sama dan kesempatan yg fair.
Prinsip-prinsip Keadilan Distributif Rawls, meliputi:
1.
Prinsip
Kebebasan yg sama.
Setiap orang hrs mempunyai hak yg sma atas
sistem kebebasan dasar yg sama yg paling luas sesuai dg sistem kebebasan serupa
bagi semua.
2.
Prinsip
Perbedaan (Difference Principle).
Bahwa ketidaksamaan sosial dan ekonomi harus
diatur sedemikian rupa shg ketidaksamaan tsb:
a.
Menguntungkan
mereka yg paling kurang beruntung
b.
Sesuai
dengan tugas dan kedudukan yg terbuka bagi semua di bawah kondisi persamaan
kesempatan yg sama.
2.5. Jalan
Keluar Atas Masalah Ketimpangan Ekonomi
Harus kita akui bahwa pasar adalah sistem
ekonomi terbaik hingga sekarang, karena dari kacamata Adam Smith maupun Rawls,
pasar menjamin kebebasan berusaha secara optimal bagi semua orang. Karena itu
kebebasan berusaha dan kebebasan dalam segala aspek kehidupan harus diberi
tempat pertama.
Negara dituntut utk mengambil langkah dan
kebijaksanaan khusus tertentu yang secara khusus dimaksudkan untuk membantu
memperbaiki keadaan sodial dan ekonomi kelompok yang secara obyektif tidak
beruntung bukan karena kesalahan mereka sendiri.
Dengan mengandalkan kombinasi mekanisme pasar
dan kebijaksanaan selektif pemerintah yang khusus ditujukan untuk membantu
kelompok yang secara obyektif tidak mampu memanfaatkan peluang pasar secara
maksimal. Dalam hal ini penentuan kelompok yang mendapat perlakuan istimewa
harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Langkah dan kebijaksanaan ini
mencakup pengaturan sistem melalui pranata politik dan legal, sebagaimana
diusulkan oleh Rawls, tetapi harus tetap selektif sekaligus berlaku umum. Jalan
keluar ini sama sekali tidak bertentangan dengan sistem ekonomi pasar karena
sistem ekonomi pasar sesungguhnya mengakomodasi kemungkinan itu.
2.6. Ekonomi
dan Keadilan
Ekonomi
dan keadilan selalu terkait atau sekurang-kurangnya seharusnya terkait.
Keadilan menjadi kata hampa belaka, bila tidak tersedia barang yang cukup
(kemakmuran) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi kemakmuran saja tidak
menjamin adanya keadilan, bila kekayaan tidak terbagi dengan seimbang.
1. Hakikat
keadilan
Tiga ciri khas penanda
keadilan :
·
Keadilan tertuju pada orang lain
·
Keadilan harus ditegakan
·
Keadilan menuntut persamaan.
2. Pembagian
Keadilan
Jenis-Jenis keadilan :
a. Pembagian
Klasik
b. Pembagian
pengarang Modern
c. Keadilan
Individual dan Keadilan Sosial
3. Keadilan
ekonomis
Keadilan
memegang peranan penting dalam konteks ekonomi dan bisnis, karena menyangkut
barang yang diincar banyak orang untuk dimilki atau dipakai. Sejarawan ide
sosial dan politik yang berkebangsaan Kanada, C.B. MacPherson, berpendapat
bahwa dalam zaman modern keadilan ekonomis tidak banyak diperhatikan, sampai
muncul lagi dengan kuatnya sekitar pertengahan abad ke 19 dan berperang penting
dalam demokrasi-demokrasi parlementer sepangjang abad ke 20.
Masyarakat
tidak mungkin dikatakan diatur dengan baik kalau tidak ditandai dengan
keadilan. Namun alangkah lebih baik keadilan harus berperan pada tahap sosial
maupun individual. Juga dalam konteks ekonomi dan bisnis. Keadilan ekonomis
harus diwujudkan dalam masyarakat, tetapi keadilan merupakan juga keutamaan
yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis secara pribadi. Supaya dapat hidup
dengan baik, disamping nilai-nilai ekonomis, pebisnis pun harus memberi tempat
juga kepada nilai-nilai moral yaitu yang terpenting adalah keadilan.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1.
Metode Pengumpulan Data
Pada penulisan ini, informasi yang didapatkan
oleh penulis bersumber dari bukuyang berkaitan dengan etika bisnis
mengenai keadilan dalam bisnis. Data dalam penulisan ini mengunakan data sekunder.
Dimana pengertian Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua).
Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik
(BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1. Hakikat
Keadilan
Keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.
Ada 3 (tiga) ciri khas yang selalu menandai keadilan, yaitu :
1.
Keadilan
selalu tertuju pada orang lain atau keadilan selalu
ditandai other-directedness (J. Finnis). Masalah keadilan atau
ketidakadilan hanya bisa timbul dalam konteks antar-manusia. Untuk itu
diperlukan sekurang-kurangnya dua orang manusia. Bila pada suatu saat hanya
tinggal satu manusia di bumi ini, masalah keadilan atau ketidakadilan sudah
tidak berperanan lagi.
2.
Keadilan
harus ditegakkan atau dilaksanakan. Jadi, keadilan tidak diharapkan saja atau
dianjurkan saja. Keadilan mengikat kita, sehingga kita mempunyai kewajiban.
Ciri kedua ini disebabkan karena keadilan selalu berkaitan dengan hak yang
harus dipenuhi. Kalau ciri pertama tadi menyatakan bahwa dalam konteks keadilan
kita selalu berurusan dengan orang lain, maka ciri kedua ini menekankan bahwa
dalam konteks keadilan kita selalu berurusan dengan hak orang lain.
3.
Keadilan
menuntut persamaan (equality). Atas dasar keadilan, kita harus
memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, tanpa kecuali.
4.2. Contoh
Kasus
Kasus I :
Pemerintah Diminta Adil soal Kebijakan Tambang
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk tidak terlalu
tinggi menaikkan royalti pertambangan mineral dan batubara (minerba).
Pemerintah sejatinya harus lebih adil dalam membuat kebijakan termasuk dalam
membuat kebijakan kenaikan royalti.
"Pemerintah harus melihat kondisi lapangan. Saya kira harus ada
bahwa keadilan itu harus ditegakkan," ujar peneliti Indonesian Resourches
Studies (IRESS), Marwan Batubara, Kamis (27/2/2014).
Dia menambahkan, pembuat kebijakan semestinya tidak hanya berdasarkan
ego sepihak, baik dari sisi pengusaha maupun pemerintah.
"Jadi tidak bisa juga kebijakan itu berdasarkan pokoknya jadi itu
aturan. Tapi harus ada dasar," imbuhnya.
Menurutnya, yang terpenting saat ini kata Marwan, kebijakan yang dibuat
pemerintah harus adil untuk semua pihak. "Saya rasa yang adil kalau baik
negara dan pemerintah diuntungkan, kalau itu ya silakan," tandasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Umum Forum Komunikasi
Pengusaha Tambang Aceh, Zen Zaeni Ahmad. Pihaknya mengaku tidak keberatan
dengan Qanun (Perda) Pemprov NAD berkaitan dengan royalti pertambangan sebesar
3,5 sampai enam persen diterapkan.
"Prinsipnya kita setuju Qanun, tapi kita minta pusat jangan
menaikkan royalti. Alih-alih menciptakan situasi yang semakin kondusif. Rencana
ini akan semakin menambah beban royalti pengusaha di Aceh," kata dia
beberapa waktu lalu.
Kasus II :
Pemerintah Diminta Adil ke Petani Tembakau soal FCTC
Liputan6.com, Jakarta - Kelompok antirokok dan tembakau terus mendesak Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control
(FCTC).
Atas desakan itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menegaskan, jika Presiden SBY memutuskan mengaksesi FCTC bisa diartikan sebagai tindakan abai pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya.
“Kalau Pemerintah ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat, salah satu yang dapat dilakukan adalah berlaku adil terhadap kelompok petani, termasuk dari komoditas tembakau,” kata Hikmahanto, ditulis Rabu (15/10/2014).
Dia menambahkan, bertani tembakau sudah menjadi tradisi turun temurun sebagian masyarakat Indonesia dalam mencapai kesejahteraan.
Atas desakan itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menegaskan, jika Presiden SBY memutuskan mengaksesi FCTC bisa diartikan sebagai tindakan abai pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya.
“Kalau Pemerintah ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat, salah satu yang dapat dilakukan adalah berlaku adil terhadap kelompok petani, termasuk dari komoditas tembakau,” kata Hikmahanto, ditulis Rabu (15/10/2014).
Dia menambahkan, bertani tembakau sudah menjadi tradisi turun temurun sebagian masyarakat Indonesia dalam mencapai kesejahteraan.
Dukungan Pemerintah terhadap kelangsungan pertanian tembakau adalah
bagian dari perwujudan kesejahteraan tersebut.
“Terwujudnya kesejahteraan masyarakat adalah kewajiban bersama yang harus melibatkan semua stakeholders. Maka Kementerian Kesehatan dan sekutunya tidak berkompeten untuk meratifikasi FCTC,” papar dia.
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kamar Dagang Industri (Kadin), Thomas Darmawan menegaskan, saat ini seluruh industri menolak ditandatanganinya FCTC karena akan berdampak negatif pada industri rokok. "Industri rokok skala kecil dan besar menolak ratifikasi," tegasnya.
Dijelaskannya, FCTC sekarang ini semangatnya pelarangan dan bukan pengendalian atau pembatasan lagi. “Alhasil, semua industri kompak menolak dan meminta pemerintah membatalkan rencana ratifikasi. Mudah-mudahan mampu menjelaskan posisi industri," ujarnya. (Nrm)
“Terwujudnya kesejahteraan masyarakat adalah kewajiban bersama yang harus melibatkan semua stakeholders. Maka Kementerian Kesehatan dan sekutunya tidak berkompeten untuk meratifikasi FCTC,” papar dia.
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kamar Dagang Industri (Kadin), Thomas Darmawan menegaskan, saat ini seluruh industri menolak ditandatanganinya FCTC karena akan berdampak negatif pada industri rokok. "Industri rokok skala kecil dan besar menolak ratifikasi," tegasnya.
Dijelaskannya, FCTC sekarang ini semangatnya pelarangan dan bukan pengendalian atau pembatasan lagi. “Alhasil, semua industri kompak menolak dan meminta pemerintah membatalkan rencana ratifikasi. Mudah-mudahan mampu menjelaskan posisi industri," ujarnya. (Nrm)
Kasus III :
Pemerintah Harus Adil Dalam Wacana Kenaikan
BBM
Medan | Jurnal Asia
Pemerintahan Jokowi-JK harus bersikap adil di dalam memutuskan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebelum Januari 2015
Meski dalam posisi sulit masyarakat meminta pemerintah mampu memberikan solusi untuk meningkatkan penghasilan seperti menaikkan gaji serta mencegah lonjakan harga di pasaran sebagai dampak dari kenaikan harga BBM tersebut.
“Harus adil jugalah pemerintah, jangan hanya menaikkan harga BBM tapi penghasilan tetap sama, gaji juga harus naik biar nggak makin susah masyarakat,” kata Djuni, seorang pedagang di Jalan Adinegoro Medan, Jum’at (30/10).
Djuni menyebutkan, selain kenaikan gaji, pemerintah juga harus mampu menjaga stabilitas harga komoditas di pasaran. Sebab, biasanya harga barang-barang kebutuhan langsung melonjak naik akibat kenaikan harga BBM. “Sekarang saja sudah naik harga-harga, padahal kenaikan tersebut masih wacana,” ungkapnya.
Sementara, Yulizar Parlagutan Lubis selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara meminta wacana kenaikan BBM dipertimbangkan optimal, mengingat banyak persoalan yang bakal dihadapi bila putusan itu dikeluarkan.
“Kita cuma minta tolong dipertimbangkan dan diperhitungkan kembali,” sebut Yulizar menanggapi wacara kenaikan BBM yang dampaknya ke masyarakat.
Menurutnya, pemerintahan sekarang harus benar-benar membahas keputusan itu, jangan hanya sekadar biar tak populer tapi kenyataannya naik juga.
“Apalagi, Presiden Jokowi sangat pro rakyat, tentu masalah ini harus disikapi. Artinya, kompensasi pro ke rakyat itu apa, itu yang belum nampak,” kata Sekretaris DPW PPP Sumut itu.
Pemerintahan Jokowi-JK harus bersikap adil di dalam memutuskan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebelum Januari 2015
Meski dalam posisi sulit masyarakat meminta pemerintah mampu memberikan solusi untuk meningkatkan penghasilan seperti menaikkan gaji serta mencegah lonjakan harga di pasaran sebagai dampak dari kenaikan harga BBM tersebut.
“Harus adil jugalah pemerintah, jangan hanya menaikkan harga BBM tapi penghasilan tetap sama, gaji juga harus naik biar nggak makin susah masyarakat,” kata Djuni, seorang pedagang di Jalan Adinegoro Medan, Jum’at (30/10).
Djuni menyebutkan, selain kenaikan gaji, pemerintah juga harus mampu menjaga stabilitas harga komoditas di pasaran. Sebab, biasanya harga barang-barang kebutuhan langsung melonjak naik akibat kenaikan harga BBM. “Sekarang saja sudah naik harga-harga, padahal kenaikan tersebut masih wacana,” ungkapnya.
Sementara, Yulizar Parlagutan Lubis selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara meminta wacana kenaikan BBM dipertimbangkan optimal, mengingat banyak persoalan yang bakal dihadapi bila putusan itu dikeluarkan.
“Kita cuma minta tolong dipertimbangkan dan diperhitungkan kembali,” sebut Yulizar menanggapi wacara kenaikan BBM yang dampaknya ke masyarakat.
Menurutnya, pemerintahan sekarang harus benar-benar membahas keputusan itu, jangan hanya sekadar biar tak populer tapi kenyataannya naik juga.
“Apalagi, Presiden Jokowi sangat pro rakyat, tentu masalah ini harus disikapi. Artinya, kompensasi pro ke rakyat itu apa, itu yang belum nampak,” kata Sekretaris DPW PPP Sumut itu.
4.3. Bentuk
Ketidakadilan
Kasus I :
Kebijakan yang pemerintah buat dirasa membebani para pengusaha di aceh
karena tingkat royalti yang di taikan hanya akan menguntungkan satu pihak saja
Kasus II :
Sebelumnya penulis akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu FCTC yang
berkaitan dengan Kasus II
“Konvensi mengenai Kerangka
Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC, Framework Convention on Tobacco Control)
merupakan traktat internasional pertama yang dibahas dalam forum Organisasi
Kesehatan Sedunia (WHO, World Health Organization) yang berisi seluruh negara
anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. FCTC berbasis data ilmiah yang menegaskan
kembali hak semua orang untuk memperoleh derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. FCTC menandai suatu pergeseran paradigma
dalam mengembangkan strategi dalam mengendalikan dan mengatasi zat
adiktif; yang berbeda dengan traktat pengendalian obat masa lalu. Pasal-pasal
dalam FCTC menegaskan pentingnya strategi pengurangan permintaan terhadap
produk tembakau. Karena itu fokus FCTC adalah mencegah orang merokok ketimbang
mengobati kecanduan. FCTC dibuat untuk menghadapi globalisasi epidemi tembakau.
Penyebaran epidemi tembakau difasilitasi melalui sejumlah faktor yang kompleks
dengan efek lintas batas, termasuk perdagangan bebas dan investasi asing secara
langsung. Faktor lain seperti pemasaran global, iklan, promosi, sponsor
tembakau yang bersifat lintas-negara, dan pergerakan internasional rokok ilegal
dan palsu juga telah berkontribusi pada meledaknya peningkatan penggunaan
tembakau. Semua faktor itu kini tengah berlangsung di negara-negara berkembang
karena aturan pengendalian tembakau masih sangat longgar, termasuk Indonesia.”
Intinya FCTC dibuat untuk mencegah
orang0orang untuk merokok, sperti kita semua tahu bahan utama pembuatan rokok
adalah tembakau. Dalam kasus II dikatakan jika Bapak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono diminta mengaksesi FCTC yang dimana dinilai tidak adil untuk petani-petani
tembakau karena secara otomatis pekerjaan mereka sebagai petani akan mati.
Kasus
III :
Pemerintahan Jokowi-JK dinilai tidak adil
dalam menaikan harga bbm tanpa dibarengi dengan meningkatnya gaji karyawan.
Seperti kita tahu jika harga bbm naik otomatis harga bahan pokok dan kebutuhan
lainnya juga akan ikut naik. Untuk itu pemerintahan saat ini diminta tidak
hanya memikirkan tentang kenaikan bbm dan pengalihan subsidi namun juga
kesejahteraan rakyat serta dampak dari kenaikan bbm itu sendiri.
Ø Dari
ke-3 contoh kasus diatas terdapat permasalahan yang sama yaitu ketidakadilan
yang Menyangkut hubungan antara individu atau
kelompok masyarakat dengan negara. Yang artinya berlawanan dengan Paham
Tradisional Keadilan Legal.
Dasar moral :
·
Semua
orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dan harus
diperlakukan secara sama.
·
Semua
orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan sama
kewajiban sipilnya, sehingga harus diperlakukan sama sesuai dengan hukum yang
berlaku.
Konsekuensi Legal :
·
Semua
orang harus secara sama dilindungi hukum, dalam hal ini oleh negara.
·
Tidak
ada orang yang akan diperlakukan secara istimewa oleh hukum atau negara.
·
Negara
tidak boleh mengeluarkan produk hukum untuk kepentingan kelompok tertentu.
·
Semua
warga harus tunduk dan taat kepada hukum yang berlaku.
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Pemerintah masih memiliki kekurangan dalam hal keadilan terutama untuk
masyarakat. Dalam membuat kebijakan pemerintah masih terkesan “egois”. Dilihat
dari contoh kasus II dan III dimana yang menjadi korban tetaplah rakyat rakyat
kecil.
5.2. Saran
Dalam bidang bisnis dan ekonomi, mensyaratkan
suatu pemerintahan yang juga adil pemerintah yang tunduk dan taat pada aturan
keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. Yang dibutuhkan adalah
apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan
distribusi ekonomi bisa berjalan baik untuk mencapai suatu situasi sosial dan
ekonomi yang bisa dianggap cukup adil.
Pemerintah mempunyai peran penting dalam hal
menciptakan sistem sosial politik yang kondusif, dan juga tekadnya untuk
menegakkan keadilan. Termasuk di dalamnya keterbukaan dan kesediaan untuk
dikritik, diprotes, dan digugat bila melakukan pelanggaran keadilan. Tanpa itu
ketidakadilan akan merajalela dalam masyarakat.
Jika bicara keadilan pasti akan selalu ada
pihak-pihak yang merasa tidak adil, untuk itu selain sistem politik, pemerintah
juga harus mempunyai “Hati” agar yang masyarakat kecil dapat merasakan apa arti
sebenarnya dari adil. Karena selama ini yang paling sering dan banyak yang
merasakan ketidak adilan adalah rakyat miskin.
DAFTAR
PUSTAKA
Dr.
Keraf, A. Sonny. 2006. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta:
Kanisius
Bertens, Kees. 2006. Pengantar Etika
Bisnis. Yogyakarta : Kanisius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar